Dinas Sosial dan PM Kota Gorontalo Gelar Bimbingan Sosial untuk Keluarga PMKS
Gorontalo, 15
Oktober 2025 — Dinas Sosial dan Pemberdayaan
Masyarakat (PM) Kota Gorontalo menggelar kegiatan bimbingan sosial kepada
keluarga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sebagai bentuk
intervensi sosial yang berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 14
Oktober 2025 di YULIA HOTEL Kota Gorontalo.
Kegiatan ini
berupa bimbingan sosial, yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan
kapasitas keluarga PMKS dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial yang
mereka alami.
Acara ini
diselenggarakan oleh Dinas Sosial dan PM Kota Gorontalo, dan diikuti oleh puluhan
keluarga penerima manfaat yang tergolong sebagai PMKS, termasuk lansia
terlantar, anak terlantar, dan penyandang disabilitas. Hadir pula petugas
sosial, pekerja sosial, serta narasumber profesional di bidang kesejahteraan
sosial.
Bimbingan sosial
ini dilaksanakan pada Selasa, 14 Oktober 2025, dan merupakan bagian dari
program rutin Dinas Sosial dan PM yang dilakukan setiap tahun.
Kegiatan ini
berlangsung di YULIA HOTEL Kota Gorontalo, yang telah disiapkan untuk
mengakomodasi peserta dengan nyaman dan aman.
Tujuan dari
bimbingan ini adalah untuk memberdayakan keluarga PMKS agar mampu mandiri dan
tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah, serta untuk memberikan
edukasi tentang hak-hak sosial, akses layanan, dan keterampilan dasar dalam
pengasuhan dan pengelolaan rumah tangga.
Kegiatan ini
dilaksanakan melalui metode diskusi, ceramah, studi kasus, dan role play,
dengan pendekatan partisipatif agar peserta lebih aktif dan memahami materi
yang disampaikan. Narasumber juga memberikan simulasi penanganan masalah sosial
dalam keluarga.
Kepala Dinas
Sosial dan PM Kota Gorontalo, IRWANSYAH D.A TAHA SH, M, Ec. Dev dalam
sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen
pemerintah Kota Gorontalo dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan
inklusif.
“Kami berharap
melalui kegiatan ini, keluarga PMKS mendapatkan bekal pengetahuan dan motivasi
untuk bangkit dan berdaya secara sosial maupun ekonomi,” ujarnya.